Kebahagiaan Saat Bersamamu Oleh: Like Safa’atun


Kejadian seminggu yang lalu masih menyisakan luka didalam hati Hanna. Berbagai cara ia lakukan untuk melupakan mantan pujaan hatinya tersebut tetapi hasilnya nihil. Apalagi orang tuanya memberi tahu dirinya bahwa mereka akan berpindah ke Jogja karena tugas ayah Hanna yang dipindahkan oleh atasannya. Setiap matahari sudah tak nampakkan cahayanya ia tak segan-segan untuk meneteskan air mata dipipi mungilnya. Hiruk pikuk kota Jakarta akan tergantikan oleh suasana di Jogja. Sebelum fajar tiba tak sedikit orang-orang di Jakarta mengemudikan kendaraannya di jalan raya. Setiap keluarganya mengajak Hanna untuk berbicara ia hanya terdiam membisu sambil memandangi pemandangan yang mereka lewati melalui kaca mobilnya. Beberapa jam mereka di dalam mobil akhirnya sampai juga di Jogja. Rumah yang besar dan memiliki halaman yang begitu luas itu nampak indah dari luar pagar. Tak jarang orang yang melihat rumah itu terkagum-kagum. Segera ia bergegas memasuki rumah itu dan menuju kekamar untuk merebahkan tubuhnya. “ Hmm.. kamar yang nyaman “ ucap Hanna sambil merebahkan tubuhnya dan menutup matanya. Beberapa jam kemudian Hanna keluar dari kamarnya dan menuju ke taman di halaman depan rumahnya. “Hey, mengapa kamu melamun?” sapa seorang pemuda itu sambil duduk di samping Hanna. Dan Hanna hanya membalas sapaan pemuda itu dengan senyuman kecutnya. “Kamu kenapa perempuan manis? Mata kamu sembab tuh?” ledek pemuda itu terhadap Hanna. “Biarin.” jawab Hanna sambil bergegas pergi kedalam rumah karena hari sudah mulai malam. Didalam kamarnya ia mulai memikirkan pemuda yang menghampirinya saat ia di taman tadi. Didalam hatinya masih bertanya-tanya siapa dia. Tiba-tiba pemuda itu datang disamping dia. “ Kamu kenapa cantik?” Tanya pemuda itu. “ Kaaaammmuuuuu?? Kenapa kamu bisa disini? “ dengan wajah herannya. Pemuda itu hanya tersenyum manis. Keesokan harinya. Perempuan itu terus bertanya-tanya siapakah pemuda yang ia temui tadi malam. Dan secara tiba-tiba setelah ia bangun tidur merasa senang, tak seperti biasanya. Semangat untuk hidup mulai tumbuh perlahan-lahan didalam dirinya. Saat Hanna menikmati pemandangan Kota Jogja di atas balcon tiba-tiba pemuda itu datang menghampirinya. “ Kenapa kamu datang lagi?” Tanya Hanna sambil mengenyitkan dahinya. “ Aku mau melihat kecantikan kamu.” Jawab pemuda itu sambil sedikit tersenyum kearah Hanna. Hanna tersipu dan memandang wajah pemuda itu. “ Kamu sebenarnya siapa?? Dan mengapa kamu selalu muncul tiba-tiba?? Jangan-jangan Kamu hantu ya??” Tanya Hanna keheranan. “Namaku Rackha, aku berasal dari alam yang berbeda denganmu yaitu alam kebahagiaan, di alamku tak ada seorang pun yang memiliki rasa sedih. Apalagi sedih karena cinta. Dan aku sudah tau nama kamu.” Jawab pemuda yang bernama Rackha itu. “ Hhahaha… kamu gila ya?? Mana mungkin?? Masa sih mereka semua ngga pernah sedih karena cinta??” jawab Hanna tak percaya. “ Itulah mengapa aku hadir didalam kehidupan kamu, aku mencoba untuk membantu kamu melupakan tentang masa lalumu bersama mantan kamu itu. Aku kasihan melihat kamu yang setiap hari menangis karena cinta.” Ucap Rackha sambil memegang tangan Hanna. Hari berikutnya dimalam minggu dimana kebanyakan anak muda mengumbar cintanya terhadap pasangannya. Hanna biasanya kalau di Jakarta malam minggu seperti ini dimanfaatkan dengan mantan kekasihnya untuk clubbing. Segera ia bergegas untuk berangkat ke sebuah café untuk clubbing. Di tengah perjalanan saat menuju café tersebut tiba-tiba disamping kursi Hanna, Rackha muncul dan duduk di dekatnya. “ Kamu mau kemana?” Tanya Rackha. “ Aku mau mencari kebahagiaanku yang dulu!!” tegas Hanna. Tiba-tiba Rackha langsung mengambil alih untuk mengendarai mobil Hanna. Hanna tak bisa berbuat apa-apa. Berhentilah mobil mereka di sebuah tempat penuh dengan lampu-lampu yang indah dan banyak pohon-pohon menghiasi tempat itu. “Mencari kebahagiaan bukanlah di ditempat itu Hanna.” Perjelas Rackha sambil memegang tangan Hanna dan menatap kedua bola mata perempuan itu. Perempuan itu tak bisa berkata-kata, yang berkata hanyalah kedua mata perempuan itu. Dan Rackha memeluknya erat. “Aku mau kamu menjadi milikku.” Bisik Hanna di telinga Rackha. “Baik aku akan bersamamu menuju kebahagiaan.” Jawab Rackha memberikan harapan terhadap Hanna. Orang-orang yang melewati tempat tersebut melihat Hanna dengan penuh keheranan. Karena mereka semua tidak bisa melihat Rackha, meraka hanya bisa melihat Hanna saja. Hanna yang melihat hal yang aneh itu tak terlalu peduli. Waktu berjalan kurang lebih satu bulan mereka menjalani hubungan dengan penuh kebahagiaan. Tak pernah Hanna sedih bahkan meneteskan air mata karena Rackha. Tepat hari ke-34 Rackha tak datang disetiap aktifitas Hanna. Hanna begitu kebingungan dan merasa kehilangan Rachka. Foto mereka berdua yang Hanna pajang di dinding kamar Hanna tiba-tiba hanya tersisa foto Hanna. Semua barang pemberian Rackha musnah entah dimana. Hanya tersisa sepucuk surat untuk Hanna dimeja belajarnya. Dear: Hanna ku tercantik Maafkan aku… Aku pergi tanpa memberitahumu sebelumnya. Aku pergi dari alamku karena aku melanggar peraturan disana. Aku sedih dialamku karena aku kehilangan perempuan yang aku Sayangi. Pemimpin di alamku mengetahui hal itu dan aku diberi kesempatan untuk ke alam kamu dan memberikan kebahagiaan seperti dialamku. Awalnya aku menolak tapi karena aku menyayangi alamku, aku menyetujui kesempatan yang pemimpinku berikan kepadaku. Maaf…… Rackha

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Kok ceritanya horror :v

Posting Komentar